Piometra

Piometra adalah terkumpulnya nanah (pus) di dalam uterus yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, infeksi dan produksi mukus yang berlebihan di dalam uterus . Piometra berasal dari dua kata, yaitu pyo yang artinya nanah dan metra yang artinya uterus.

Penyebab

Pyometra dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu ketidakseimbangan hormonal di dalam tubuh anjing dan infeksi bakteri. Hal ini bisa terjadi akibat dari pemberian preparat hormon progesteron dan estrogen serta infeksi sesudah inseminasi atau ovulasi. Escherichia coli merupakan bakteri yang sering ditemui pada kasus piometra, namun bakteri lain seperti Staphylococcus, Streptococus, Pseudomonas proteus dan bakteri lainnya juga dapat ditemukan. Untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab utama dapat dilakukan metode kultur dan uji sensitivitas untuk menentukkan terapi antibiotik yang yang tepat

Gejala Klinis

Penderita piometra biasanya menunjukkan gejala klinis berupa letargi (kelemahan), depresi, anoreksia, poliuria, polidipsia, mukosa pucat, diare, kehilangan bobot badan, konstipasi, dan muntah. Tidak lebih dari 16 persen menunjukakan gejala klinis berupa keluarnya lendir purulent (nanah) dari vulva. Gejala lain yakni pada saat palpasi terjadi pembesaran pada bagian uterus dan penderita mengalami kesakitan pada saat dilakukan palpasi pada bagian abdomen. Selain itu, penderita akan mengalami siklus estrus yang tidak normal dan dehidrasi yang disebaban adanya penimbunan nanah dalam uterus dengan konsenterasi yang tinggi dibandingkan dengan cairan ekstraseluler, sehingga cairan tersebut akan berdifusi ke uterus untuk menyeimbangkan konsentrasi cairan tubuh.

Diagnosa

Piometra terdiri dari dua tipe yaitu piometra terbuka dan tertutup. Piometra terbuka ditandai dengan adanya lendir berupa nanah yang keluar dari vulva. Lendir ini kadang disertai dengan adanya darah dan bau yang sangat menyengat. Sedangkan pada kasus piometra tertutup tidak ditemukan adanya lendir purulen yang keluar dari vulva akibat tertutupnya serviks (cincin rahim) sehingga sering dikelirukan dengan kebuntingan.

Diagnosa piometra dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik (gejala klinis), dengan pemeriksaan radiologi (X-ray), ultarsonografi (USG) serta pemeriksaan laboratorium sebagai peneguh diagnosa dengan ditemukannya peningkatan sel darah putih (leukosit) di atas ambang normal yang sering disebut sebagai leukositosis.

Terapi

Pada hewan kesayangan, terapi pyometra dapat dilakukan dengan operasi pengangkatan rahim. Namun, operasi ini beresiko tinggi pada hewan yang kondisi tubuhnya lemah.. Selain itu, penderita perlu diberikan terapi cairan (infus) dan antibiotik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *