Penyakit Kelenjar Anus Anjing

Anal Gland atau penyakit kelenjar anus sering menyerang pada anjing. Kelenjar anus dapat mengalami penyumbatan, infeksi dan bernanah. Anjing yang terinfeksi akan berusaha menjilati daerah anus, menyeret dubur ke lantai, atau kesulitan buang air besar.

Bakteri membuat jalan kelenjar atau kantung anus tersumbat. Kondisi ini sangat menyakitkan. Tanda-tanda pertama pada anjing yang memiliki gangguan ini adalah anjing akan berusaha menggigit atau mencakar jika ada yang berusaha memegang daerah di dekat ekor mereka.

Kantung kelenjar yang tersumbat tidak akan mengganggu kesehatan anjing. Namun, hewan peliharaan menjadi terluka di daerah anus karena mereka menyeret daerah tersebut ke lantai secara terus menerus, atau mengeluarkan sekresi di karpet ataupun di lantai. Dan cairan tersebut memiliki bau yang sangat menyengat.

Pengobatan dan pencegahan:

  • Ketika kantung kelenjar tersumbat segera bersihkan atau keluarkan cairan. Hal ini untuk mengosongkan kantung anus dari segala sesuatu yang terdapat di dalamnya. Caranya, berikan tekanan dengan menggunakan jari, mulailah dengan daerah di bawah kantung dan tekanlah ke atas. Pada beberapa anjing, hal ini harus dilakukan setiap seminggu atau dua minggu sekali.
  • Abses pada Anal Gland harus dibuka oleh dokter hewan.Biasanya dokter akan memberikan antibiotik selama seminggu.
  • Gunakan kompres yang hangat untuk mengompres daerah tersebut untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi pembengkakan.
  • Anal Gland bisa menimbulkan bekas luka atau kerusakan lainnya yang dapat mempengaruhi saraf dan otot di area tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan inkontinensia kotorana atau tidak dapat mengontrol pembuangan kotoran mereka.
  • Anjing yang mengalami penyakit kelanjar anus kronis atau berulang, dapat dilakukan tindakan operasi untuk membuang kantung anus. Prosedur ini dinamakan anal sacculectomy.
  • Anjing dengan penyumbatan kantung anus biasanya diberi diet tinggi serat. Untuk membuat kotoran hewan lebih besar. Kotoran yang besar akan mengakibatkan tekanan yang lebih besar pada kantung anus ketika kotoran tersebut melewati saluran, sehingga kelenjar tersebut akan mengeluarkan sekresi ketika hewan membuang kotoran.
  • Hewan juga dapat diberikan suplemen atau obat-obatan yang akan meningkatkan ketebalan kotoran.

Sumber : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *