Leptospirosis pada anjing

leptosirosis

Penyakit infeksi ini bisa sangat bebahaya bagi anjing peliharaan Anda, sehingga tidak bisa dianggap enteng. Kuman penyakit ini dibawa oleh air kencing tikus yakni sejenis bakteri Leptospira sp. Bakteri ini juga bisa menyerang manusia dan memiliki banyak sekali jenis.

Penyebaran dan penularan

Leptospira terdapat pada binatang peliharaan maupun binatang liar, seperti anjing, lembu, babi, tikus, musang, tupai, dan lainnya. Bakteri leptospira berkembang dalam ginjal atau air kemih. Leptospirosis akan menular jika terjadi kontak dengan urin hewan yang terinfeksi, seperti melalui kontak kelamin pada saat reproduksi, penularan induk ke janin atau luka gigitan.

Penularan secara tidak langsung bisa juga terjadi karena terkontaminasinya sumber air, tempat makanan, tempat minuman dan bahkan kandang. Habitat Leptospira terdapat pada air yang tergenang dan air yang mengalir lambat. Biasanya penyakit akan meningkat pada musim hujan dan banjir. Pada daerah kering, infeksi terjadi di daerah sumber air. Tikus adalah salah satu hewan yang biasa disebut sebagai hewan carrier yang dapat menyebarkan bakteri ini. Harapan hidup Leptospira akan berkurang apabila di bekukan, sehingga infeksi ini lebih sering terjadi pada daerah tropis.

Gejala pada infeksi akut

  1. Panas tinggi, menggigil, dan otot menjadi lemah.
  2. Muntah dan dehidrasi.
  3. Beberapa kasus anjing akan mengalami Suhu badan rendah (hipotermia) dan dapat terjadi kematian sebelum kerusakan pada hati dan ginjal terlihat.

Gejala pada infeksi sub-akut

  1. Demam, muntah, nafsu makan menurun, dehidrasi, dan rasa haus yang meningkat.
  2. Anjing akan menjadi pendiam dan malas karena rasa sakit pada otot dan ginjal.
  3. Gangguan pada organ hati akan menimbulkan warna kuning pada kulit dan selaput lendir (ikterus). Gangguan pada hati dan ginjal akan terlihat setelah infeksi berjalan selama 2-3 minggu.
  4. Pada anjing yang mengalami infeksi kronik atau tanpa gejala (subklinik) tidak memperlihatkan gejala yang signifikan. Bakteri akan berada dalam urin selama berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.

Pengobatan

Diberi antibiotik secepatnya karena bila melewati 7 hari sejak mulai timbul gejala kurang bermanfaat. Antibiotik pilihan utama kombinasi antara penicilin dan streptomycin, dan diberikan obat lainnya untuk mengatasi gejala yang timbul. Perawatan yang intensif dibutuhkan pada saat hewan menunjukkan gejala penyakit dan kemungkinan harus diberikan pengobatan setelahnya untuk mencegah hewan tersebut menjadi carrier.

Pencegahan

  1. Hindari kontak langsung dengan binatang yang terinfeksi atau sumber air dan benda-benda yang terkontaminasi oleh air kencing binatang yang terinfeksi.
  2. Jaga kebersihan hewan, tempat makanan, tempat minuman, kandang dan hal-hal yang berpotensi terkontaminasi bakteri Leptospira.
  3. Vaksinasi adalah salah satu cara untuk memproteksi hewan dari infeksi Leptospira.

Sumber : dari berbagai sumber

2 thoughts on “Leptospirosis pada anjing”

  1. Doggy saya pom umur 8 th. Didiagnosa leptospirosis sm drh. Saya agak bingung krn doggy sy ga deman, ga muntah kecuali dicekokin makanan terlalu byk, minum terus sampe saat ini kulit dan mata ga keliatan kuning. Hasil tes darah, gula darah sangat tinggi, ada infeks serta penurunan fungsi ginjal dan hatii Mohon masukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *