Kenali Myasis Pada Anjing

myasis

Tingkat kejadian myasis cukup tinggi pada hewan-hewan peliharaan, terutama anjing. Dan pemilik baru menyadari ketika kondisinya sudah parah. Kenali Myasis pada Anjing kesayangan Anda agar bisa menanganinya dengan tepat dan lebih cepat. Karena bila myasis tidak cepat ditangani, bisa berakibat fatal, anjing bisa mati karena shock, intoksikasi ataupun infeksi general.

Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Bermula dari luka kecil di kulit, yang tidak mudah diketahui pemiliknya terutama pada anjing berbulu panjang. Luka dan bau darah yang amis merangsang lalat untuk bertelur di permukaan luka. Setelah telur-telur menetas menjadi belatung, otot di sekitar luka menjadi santapan lezat bagi para belatung. Pelan tapi pasti, belatung akan menggerogoti jaringan otot dibawah kulit membentuk terowongan. Tentu kondisi ini makin banyak mengundang lalat untuk bertelur sehingga makin banyaklah belatung yang menghuni luka yang membusuk ini. Sampai pada kondisi inipun biasanya pemilik tidak menyadari apa yang terjadi sesungguhnya pada tubuh anjing atau kucing miliknya. Yang diketahui mungkin ada luka dan berbau busuk. Baru setelah dibawa ke dokter, kemudian bulu dicukur dan luka dibersihkan, tampaklah kondisi luka sesungguhnya.

Gejala myasis

  1. Tampak perubahan perilaku pada anjing, lebih banyak diam dan tidak aktif.
  2. Perubahan yang paling menyolok adalah tercium bau busuk. Memang bulu panjang seringkali menyamarkan kondisi kulit dibawahnya, sehingga pemilik yang kurang jeli dan teliti dengan hewan peliharaannya seringkali tidak tahu.
  3. Kondisi kesehatan menurun dengan cepat karena kerusakan jaringan dan rasa sakit.
  4. Nafsu makan berkurang.

Menangani myasis

  1. Gunting bulu di sekitar luka.
  2. Bersihkan luka dengan antiseptik.
  3. Membuang semua larva dan membersihkan luka dari telur lalat yang ada.
  4. Luka diberi antibiotik topical dan insect repellents.
  5. Injectie hewan dengan antibiotica, ivermectin, vitamin A,D dan E.
  6. Pengecekan kondisi luka perlu dilakukan setiap hari untuk mencegah adanya larva lalat yang belum terambil.
  7. Segera periksakan ke dokter hewan supaya mendapatkan pengobatan intensif, terutama anitibiotik untuk mengobati infeksi sekundernya serta antiparasit untuk membunuh larva lalat yang masih tinggal di hewan anda.

Tindakan medis

  1. Membersihkan luka dari kotoran dan belatung. Kemudian dilakukan kuretasi untuk membersihkan jaringan yang mati, baru kemudian dijahit bila memungkinkan. Tentu terlebih dahulu diberikan antibiotika seperlunya untuk menghentikan infeksi dan mempercepat kesembuhan.
  2. Bila kerusakan hanya tebatas pada jaringan otot, tingkat kesembuhannya cukup tinggi. Dalam waktu kurang lebih seminggu setelah dilakukan tindakan medis biasanya luka sudah sembuh. Namun apabila kerusakan mengenai organ tubuh yang lain, misalnya organ dalam ( rongga dada atau rongga perut ), tingkat kesembuhannya tergantung pada tingkat kerusakan organ tersebut. Apabila mengenai bola mata bisa menjadi buta. Jika menyerang telinga bisa menjadi tuli. Jadi lebih hati-hati dan teliti jika memelihara anjing berbulu panjang.

Sumber : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *