Tips Memilih Golden Retriever

Anda ingin memiliki Golden Retriever sebagai anjing kesayangan? Perhatikan beberapa kriteria ini (mengacu pada standar AKC) saat Anda niat untuk membelinya. Agar Golden Retriever pilihan Anda benar-benar memiliki standar kualitas yang bagus dan tidak mengecewakan.

  1. Penampilan Umum dan Karakteristik. Simetri, aktif, bertenaga, sehat dan kuat, proporsional, menunjukkan ekspresi yang baik, memiliki kemauan keras, serta tanggap dan percaya diri. Perhatian utama harus diberikan untuk tampilan umum, keseimbangan, pergerakan, dan fungsinya.
  2. Ukuran, Proporsi, dan Substansi. Tinggi anjing jantan 23-24 inci (58,5-61 cm). Sementara tinggi anjing betina 21,5-22,5 inci (54,5-57 cm) diukur pada ujung atas tulang bahu (withers). Jika diukur dari tulang dada terdepan hingga titik terbelakang pantat, ukuran tubuhnya lebih panjang daripada tingginya dengan perbandingan 12:11. Berat anjing jantan 29,5-34 kg dan anjing betina 25-29,5 kg.
  3. Kepala dan Moncong. Batok kepala (skull) lebar, bila dilihat dari depan atau samping sedikit melengkung, dengan tulang kening ( forehead) dan Ujung belakang batok kepala (occiput) tidak menonjol. Wajah depan ((preface) lebar, panjangnya hampir sama dengan batok kepala. Moncong lurus, menyambung mulus, dan kuat ketengkorak.
  4. Mata mengekspresikan persahabatan dan kecerdasan, berukuran sedang dengan lingkaran berwarna gelap di sekelilingnya. Kedua mata terpisah dengan jarak yang balk dan berada cukup dalam di kelopaknya. Lebih disukai berwarna cokelat gelap, tetapi cokelat muda masih diperbolehkan. Bagian putih bola mata tidak terlihat jika anjing melihat lurus ke depan.
  5. Telinga agak pendek, sisi depannya menggantung dengan enak pada posisi di belakang dan tepat di atas mata serta jatuh dekat pipi. Jika ditarik ke depan, Ujung telinga tepat menutup mata. Sementara itu, hidung berwarna hitam atau cokelat. Bentuk menggunting (scissors bite), yakni sisi luar gigi seri bawah tepat menyentuh sisi dalam gigi seri atas. Komposisi gigi harus lengkap.
  6. Leher, Topline, dan Badan. Panjang leher sedang, menyambung secara gradual dengan pundak, memberi tampilan kekar dan berotot. Garis punggung kuat dan mendatar dari pundak (withers), serta sedikit menurun di bagian belakang (croup), baik posisi berdiri, diam, maupun bergerak. Badan seimbang, tidak panjang, tetapi tebal di dada (deep). Dadanya juga mengembang dengan baik. Dada bawah (brisket) mencapai siku depan (elbow). Rusuk panjang dan mengembang dengan baik, memanjang ke bagian belakang. Pinggangnya pendek, berotot, lebar, dan tebal dengan sedikit lekukan ke dalam.
  7. Ekor tebal, berotot di bagian pangkalnya, dan menyambung secara mulus dengan garis punggung. Jika sedang ke bawah, tulang ekor mencapai siku belakang (hock), tetapi tidak lebih rendah. Posisi ekornya mendatar atau sedikit melengkung ke alas.
  8. Tubuh bagian depan berotot, terkoordinasi baik dengan bagian belakang dan mampu bergerak bebas. Tulang pundaknya panjang dan menumpu dengan baik, sisi atasnya saling berdekatan. Lengan atas kurang lebih sama panjang dengan tulang pundak, sehingga sikunya tepat berada di bawah Ujung atas tulang pendek merapat ketulang rusuk. Batang kaki, jika dilihat dari depan, lurus dengan tulang yang bagus dan tidak kasar. Pastern (bagian tubuh antara lengan bawah dan telapak kaki) pendek dan kuat, sedikit condong tanpa kesan lemah. Telapak kaki berukuran sedang, bulat, kompak, tebal, dengan ruas-ruas yang baik.
  9. Tubuh bagian belakang lebar dan berotot kuat. Profil garis punggung belakang (croup) sedikit menurun, tulang panggul (pelvis) turun lebih curam sekitar 30 derajat. Pada posisi berdiri tegak alami (natural stance), tulang paha atas (femur) membentuk sudut hampir 90 derajat dengan tulang panggul, sisi depan paha (stifle) membentuk kurva yang baik, siku belakang (hock) bertumpu dengan baik di atas pastern belakang yang pendek dan kuat. Telapak kaki seperti kaki depan. Batang kaki lurus jika dilihat dari belakang.
  10. Bulu dan Warna. Tebal dan bersifat menolak air (water repellent) dengan bulu bagian dalam (undercoat) yang baik. Bulu luar tertanam kuat dan mudah rapi kembali dengan sendirinya, tidak kasar maupun lembut, dan rebah merapat ke badan. Bulu dasi, di depan leher dan dada (ruff) sebaiknya tidak dipotong. Sisi belakang lengan dan sisi bawah tubuh berbulu jumbai (feathering), sedangkan sisi depan leher, belakang paha, dan bawah ekor bulu jumbainya lebih lebat (ruff and feathering). Kepala, punggung, telapak kaki, serta sisi depan batang kaki berbulu pendek dan rata. Bulu berwarna keemasan dengan beragam tingkat kegelapan. Bulu jumbal biasanya berwarna lebih muda daripada bulu di bagian lain, kecuali ubanan atau memutihnya bulu wajah dan badan karna usia.
  11. Gaya Berlari (Gait) dan Karakter. Ketika berlari, gerakannya bebas, lancar, bertenaga, dan terkoordinasi dengan baik, serta menunjukkan langkah yang bagus. Dilihat dari posisi mana pun, batang kaki tidak bengkok ke dalam atau ke luar, telapak kaki tidak saling silang atau betabrakan. Jika kerepatan bertambah, telapak kaki cenderung saling mendekat ke arah pusat keseimbangan.

Sumber : dari berbagai sumber

One thought on “Tips Memilih Golden Retriever”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *