Memilih Jenis Anjing Peliharaan

Anda berminat memiliki anjing peliharaan? Sebelum menentukan jenis anjingnya, banyak hal yang harus diperhatikan dan diperhitungkan. Buatlah perencanaan yang matang saat akan membeli anjing. Jangan sampai Anda membawa pulang anak anjing yang mungil dan ramah padahal tadinya Anda berencana membeli anjing penjaga rumah yang besar dan agresif. Dan usia anjing rata-rata antara 12-15 tahun sehingga membutuhkan komitmen jangka panjang.

Beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangkan dalam memilih jenis anjing peliharaan adalah:

  1. Sesuaikan ukuran anjing dengan luas rumah.
    Perhatikan ukuran rumah Anda dalam memilih jenis anjing yang akan dipelihara. Jika rumah dan perkarangan anda cukup luas tidak masalah memilih anjing yang berukuran besar karena anjing memerlukan ruang yang cukup untuk bergerak. Tetapi kalau Anda tidak memiliki rumah yang luas tapi tetap ingin memelihara anjing jenis besar, Anda harus mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengajak anjing besar Anda berjalan-jalan diluar rumah. Ukuran anjing terbagi menjadi beberapa bagian sesuai berat badan (BB) yang diukur pada saat anjing mencapai titik akhir pertumbuhan atau pada saat dia dewasa: Toy (1-10 kg), medium (10-25 kg), Large (25-50 kg) dan Giant (50-75 kg).
  2. Biaya.
    Pertimbangkan dan siapkan biaya pemeliharaan seperti biaya makan dan biaya perawatan. Semakin besar ukuran anjing, semakin banyak jumlah dog food yang dikonsumsinya.
  3. Bulu.
    Jenis bulu anjing sangat beragam tetapi yang akan kita bahas disini adalah bulu panjang dan bulu pendek . Terkadang kita senang melihat anjing yang berbulu panjang karena lebih indah dan mewah. Jika Anda memiliki waktu yang cukup luang, tidak ada salahnya memilih anjing yang berbulu panjang karena harus diberi perhatian ekstra pada bulunya. Anda harus mempunyai waktu untuk menyisir dan membersihkan bulunya.
  4. Latar belakang anjing.
    Jika Anda membeli dari pet shop, tanya dahulu surat atau sertifikat keterangannya. Jika tidak ada, Anda dapat berkonsultasi untuk mendapat keterangan. Anda juga bisa mendapatkan anjing dari orang yang sudah dikenal baik. Cara ini lebih baik, karena Anda tahu dengan lebih jelas bagaimana kesehatan, perawatan dan keasliannya. Jika Anda memilih bayi anjing, maka sebaiknya cari tahu latar belakang induknya, apakah memiliki kelainan atau masalah kesehatan tertentu. Anak anjing akan menurunkan sifat, perilaku, dan kesehatan dari induknya.
  5. Jantan atau betina.
    Anjing betina biasanya lebih mudah diatur. Sedangkan anjing jantan lebih agresif dan aktif. Selain itu, anjing jantan biasanya memiliki jiwa petualang, sehingga jika tidak diperhatikan, bisa saja anjing tersebut hilang. Karena itu, jika Anda ingin menempatkan anjing di dalam rumah, pilihlah anjing betina. Sedangkan jika ingin digunakan sebagai anjing penjaga, maka pilihlah anjing jantan.
  6. Sifat dan fungsi.
    Masing-masing jenis anjing mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda. Berdasarkan fungsinya anjing dibagi menjadi beberapa bagian. Toy, biasanya berukuran dibawah 10 kg, fungsinya hanya sebagai teman bermain saja. Kalaupun digunakan sebagai anjing penjaga, hanya sebatas alarm dog saja. Contohnya: Pomeranian, Chihuahua, Pug, Miniature pincher, Poodle, dan lain-lain. Companion Dog, biasanya disebut juga sebagai Family Dog, anjing yang masuk kategori ini berukuran medium ke atas. Companion dog bukan anjing yang galak atau terlihat seram tapi harus terlihat kalem dan bersahabat. Anjing jenis ini umumnya tidak bias dijadikan sebagai anjing penjaga karena terlalu baik dan mudah bersahabat dengan orang asing termasuk juga dengan maling. Contohnya: Golden Retriever, Labrador Retriever, American Cocker Spaniel, Collie, dan lain-lain. Guard Dog atau anjing penjaga biasanya bertampang seram atau galak. Anjing jenis ini digunakan untuk menjadi penjaga property kita. Anjing ini mempunyai sifat yang melindungi. Bila dilatih dengan baik, anjing ini dapat berguna bagi kita, tetapi kalau kita tidak mendidiknya dengan baik maka anjing ini malah akan merugikan kita. Contohnya: Anjing Gembala Jerman (AGJ), Rottweiler, Dobermann, American Pit Bull Terrier (APBT), Boxer, dan lain-lain.
  7. Anak anjing atau anjing dewasa.
    Anak anjing biasanya lebih mudah dilatih dibanding dengan anjing dewasa. Namun, Anda harus lebih sabar membesarkan anak anjing seperti membesarkan seorang anak yang baru lahir dan masih kecil. Sedangkan anjing dewasa lebih susah dididik dan diubah perilakunya karena telah memiliki kebiasaan yang terbentuk pada tempat ia dibesarkan sebelumnya. Namun, jika Anda memilih anjing dewasa yang tepat, juga ada keuntungannya. Anjing dewasa biasanya sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Jika Anda bisa menyediakan waktu lebih lama dengan anjing kesayangan Anda, pilihlah anak anjing. Sebaliknya, pilihlah anjing dewasa yang sudah terdidik jika Anda sulit mengatur waktu.
  8. Kondisi lingkungan tempat anjing dibesarkan.
    Jika Anda memilih anjing dewasa, coba cari tahu kondisi tempat ia dibesarkan sebelumnya. Anjing yang dibesarkan di lingkungan yang penuh kekeluargaan dan banyak manusia, cenderung lebih ramah dan bersahabat. Sedangkan anjing jalanan akan menjadi anjing yang bermasalah. Karena itu, jika Anda merasa kasihan saat melihat anjing di jalan dan ingin mengadopsinya, maka bersiaplah dengan karakternya yang bisa jadi akan menimbulkan masalah.

Sumber : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan