Memilih Anakan Pitbull

Memilih Anakan PitbullJika Anda memilih Pitbull sebagai anjing peliharaan, pilih sejak masih usia anak-anak, agar tidak tumbuh terlalu agresif. Anda juga perlu memastikan bahwa anakĀ Pitbull yang anda pilih, memang tidak terlalu agresif.

Selain itu, perhatikan beberapa hal dalam memilih anakan pitbull berikut ini:

  • Sebelum memilih anak anjing, pastikan mendatangi kennel yang memiliki reputasi baik dan dapat dipercaya. Kennel yang baik akan memperhatikan kualitas anak anjing yang dihasilkan dibanding kuantitasnya dan akan menceritakan dengan jujur mengenai sifat temperamen dan riwayat orangtua dari anakan yang dihasilkan.
  • Pilihlah anak anjing yang memiliki riwayat orangtua dan kakek nenek yang terbaik. Perlu diingat, meskipun anak anjing pitbull terlihat lucu, namun wajah mereka akan berubah saat dewasa nanti. Anda bisa melihat bagaimana tampilan anak anjing saat dewasa dengan melihat orangtua atau kakek neneknya.
  • Pilih anakan yang kuat dan atletik. Anak anjing yang sehat akan mulai bermain satu sama lain, bersemangat dan energik. Dengan melihat sifat orangtua anjing akan memberikan gambaran yang baik tentang kemungkinan temperamen yang akan dimiliki anak anjing tersebut.
  • Perhatikan perilaku anak anjing dengan anak anjing lainnya. Anak anjing yang bossy cenderung akan menjadi anjing dewasa yang dominan. Di sisi lain, anak anjing yang bertindak patuh akan tumbuh menjadi anjing dewasa yang penakut/pasif. Pilihlah anak anjing yang memiliki temperamen di antara atau ditengah-tengah kedua sifat tadi.
  • Anak anjing yang mendatangi Anda dengan semangat dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar, bisa menjadi anakan yang tepat. Apalagi jika anak anjing tersebut tidak menolak dan tetap rileks saat Anda mengangkatnya.
  • Perhatikan tempat tinggal dimana anak anjing menghabiskan sebagian besar waktunya saat di kennel. Tidak masalah jika mereka bermain di luar seharian, namun mereka harus tidur di dalam ruangan pada malam hari sehingga anak anjing tersebut bisa berinteraksi dengan orang-orang dan menjadi terbiasa untuk mendengar suara-suara yang biasa terdengar di dalam rumah. Hal ini akan membangun dasar yang kuat bagi anak anjing untuk menjadi anjing yang dapat bersosialisasi dan aman bagi orang sekitarnya. Area tempat mereka tinggal harus bersih, cukup terang, memiliki air segar dan mainan.
  • Pilihlah anak anjing yang ceria dan bersemangat untuk berinteraksi dengan Anda dan sebaliknya jangan memilih anak anjing yang terlalu pemalu atau terlalu “bossy”. Tipe temperamen seperti ini akan membutuhkan banyak latihan untuk bersosialisasi.
  • Pilih anakan dengan nafsu makan yang baik. Jika terlihat tidak mau makan, menandakan anak anjing kurang sehat atau sedang sakit. Jika memungkinkan, berkunjunglah dalam waktu yang cukup lama untuk melihat saat anak anjing pup karena harus dipastikan fesesnya tidak berair atau berdarah.
  • Pilih kulit anak anjing yang halus, bersih dan mengkilap tanpa ada luka atau benjolan. Anak anjing yang menggigit atau mencakar dirinya sendiri terus menerus, bisa berarti tanda memiliki kutu.
  • Jangan memilih anak anjing yang suka menggaruk mata, karena bisa menandakan adanya iritasi atau infeksi. Jika anak anjing muntah atau batuk lebih dari sekali, maka hal ini tidaklah normal dan bisa jadi anak anjing sedang sakit.
  • Pilih anak anjing yang berjalan atau berlari tanpa pincang.

Sumber : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *